Allah telah memberikan nikmat yang begitu banyak kepada hamba-Nya,
terlebih kepada kita kaum muslimin pengikut Rasulullah. Termasuk nikmat
yang Allah karuniakan khusus bagi kaum muslimin tetapi tidak diberikan
kepada umat selainnya, adalah dengan sempurnanya agama Islam ini,
sebagaimana telah difirmankan oleh Allah,
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian,
dan telah Aku sempurnakan bagi kalian nikmat-Ku, dan Aku ridhai Islam
sebagai agama kalian.” [Q.S. Al MaidaH:3].
Dalam ayat ini Allah mengkabarkan bahwa agama Islam telah Allah
sempurnakan bagi kita. Dan nikmat yang tidak diberikan kepada selain
umat islam. Kesempurnaan islam meliputi segala sesuatu baik dari segi
akidah, akhlak, muamalah, ibadah dan lain sebagainya. Sehingga semua
perkara yang baik bagi manusia di dunia dan akhirat telah dijelaskan.
Demikian pula setiap perkara yang jelek bagi manusia di dunia dan
akhirat pasti telah disebutkan larangannya. Bukan hanya landasan dan
pokok dalam agama saja yang telah Allah sempurnakan. Tetapi kesempurnaan
ini mencakup seluruh aspek kehidupan. Bahkan dalam perkara buang air
besar yang sebagian orang kurang mempehatikannya. simaklah apa yang
disampaikan oleh seorang shahabat yang mulia Abu Dzar Al Ghifari z yang
mengatakan, “Rasulullah ` telah meninggalkan kita, dan tidaklah
ada satu burung pun yang mengepakkan sayapnya, kecuali beliau telah
menyebutkan ilmu tentangnya. kemudian beliau berkata, Rasulullah telah
bersabda, ‘tidaklah ada yang tersisa dari sesuatu yang mendekatkan
diri kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali (semua) telah
dijelaskan kepada kalian.” [H.R. Thabarani dengan sanad yang shahih].
Sudah sepatutnyalah kita bersyukur kepada Allah dengan pemberian
nikmat ini, suatu pemberian yang membuat iri orang kafir, sebagaimana
hal tersebut telah disampaikan oleh Thariq bin Syihab z, “seorang yahudi
berkata kepada Umar bin Khatab z,, sesungguhnya kalian (kaum muslimin)
membaca suatu ayat yang apabila ayat tersebut diturunkan kepada kami,
pasti kami akan menjadikan hari tersebut sebagai hari raya. Maka Umar
bertanya, “ayat apakah itu?”, mereka menjawab, ”“Pada hari ini telah
Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan
bagi kalian nikmat-Ku, dan Aku ridhai Islam sebagai agama kalian.” [H.R. Al Bukhari dan Muslim].
Tentu saja syukur ini kita wujudkan dengan cara mengamalkan syariat
yang sempurna ini. Dengan perbuatan, perkataan dan hati. Bukan sekedar
ucapan syukur yang hanya manis dibibir saja.
Merupakan perkara yang tidak kita pungkiri, bahwa kaum muslimin
banyak melakukan perkara yang tidak disyariatkan dan diajarkan oleh
Rasulullah ` ,seakan-akan agama Allah masih membutuhkan banyak tambahan.
Lalu kesempurnaan apalagi yang masih perlu ditambahkan setelah Allah
tetapkan kesempurnaan agama ini?
Ibarat satu tubuh yang sempurna tentu tidak akan bertambah sempurna
ketika ditambahkan anggota tubuh yang lain. Justru, tubuh itu akan
menjadi cacat dan hilang kesempurnaannya. Demikian pula agama yang telah
sempurna ini, tentu tidak perlu tambahan syariat baru yang justru akan
mencacatnya.
Oleh sebab itulah Imam Malik v berkata setelah menyebutkan ayat di
atas, “Segala sesuatu yang pada hari itu bukan agama, pada hari ini pun
bukan merupakan agama.”.
Sehingga sudah sepatutnya kita bersyukur kepada Allah
dengan cara mengamalkan kewajiban kita, menjauhi apa yang haram bagi
kita, dan bukan dengan melakukan ibadah yang tidak dituntunkan. Allahu
a’lam. [Hammam].
Sabtu, 28 Juli 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar